Senin, 22 April 2013

Efek Domino dari Teknologi Komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi dapat diibaratkan dengan efek domino yang berjatuhan menimpa satu sama lainnya. Dampaknya bisa bervariasi. Dampaknya ke ranah komunitas, budaya, sosial maupun politik. Penggunaan teknologi komunikasi dirasa bermanfaat dan menguntungkan bagi keempat hal pilar tersebut.

                Di masa lalu dampak teknologi komunikasi kurang dirasakan oleh sejumlah masyarakat, akan tetapi setelah masuk ke era milenium 2000, teknologi komunikasi dirasakan sangat berpengaruh ke sistem kemasyarakatan. Di masa depan nanti, diyakini perkembangan teknologi akan dirasakan oleh seluruh orang di seluruh dunia.

                Dampak teknologi komunikasi sendiri dapat diketahui bisa menjadi positif dan negatif. Kedua hal ini dapat ditentukan tergantung siapa dan apa tujuan dari penggunanya.

                Mulai dari dampak yang pertama,  dampak ke komunitas, yakni terbentuknya suatu pemahaman global village yang berdampak pada rasa kebersamaan antar masyarakat. Misalnya ada gempa di Aceh, dengan informasi yang mudah diakses lewat teknologi media terbaru masyarakat di Surabaya bisa merasakan rasa sedih dan kasihan akan korban di Aceh yang akan memicu penggalangan dana yang diadakan oleh komunitas semacam lembaga sosial masyarakat untuk membantu masyarakat di Aceh lewat peduli sesama yang disenggelarakan di Surabaya.  Ini termasuk dampak yang positif tentunya.

                Dampak yang kedua yakni dampak media komunikasi dan budaya. Dengan menggunakan media komunikasi budaya yang tepat maka budaya itu akan tetap lestari. Misalnya di Indonesia, mulai ada media komunikasi internet yang memperkenalkan wayang jawa ke dunia dengan konten-konten tentang wayang yang bermanfaat bila mempelajarinya. Tetapi jika media komunikasi itu digunakan dengan maksud menjelek-jelekan budaya lain tentu itu menjadi dampak yang negatif.

                Dampak yang ketiga, media komunikasi dan Institusi Sosial. Khususnya institusi milik negara. Dengan menggunakan media yang tepat visi dan misi institusi itu bisa dipublikasikan ke masyarakat. Masyarakat tentu juga memberikan feedback dengan mudah bila media komunikasi ini bisa menjadi saluran yang lancar untuk berkomunikasi.  Hal ini juga mengakibatkan citra positif bila institusi itu transparan dalam memberikan info terbaru tentang profil mereka.

                Dampak yang keempat, media komunikasi dan lembaga politik. Dulu media komunikasi politik hanya mengandalkan surat kabar atau radio. Tapi sekarang televisi dan internet gencar menyiarkan tentang lembaga politik yang ada. Bisa lewat iklan di televisi atau dengan diluncurkannya website resmi milik salah satu partai tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa media komunikasi dengan teknologi terbaru sangat berperan dalam publikasi suatu lembaga politik. Khususnya lembaga politik yang ingin citranya baik di mata masyarakat.

                Konsep komunikasi dalam dampak teknologi komunikasi ini terkandung di teori komunikasi massa.  Tepatnya di  teori dampak komunikasi, fokus teori dan riset komunikasi massa selama bertahun-tahun adalah mencoba menilai dampak komunikasi massa. Pernyataan ini dengan berbagai alasan diantaranya, publik prihatin dengan dampak pesan-pesan media pada audien, kemudian para pencipta pesan-pesan komunikasi masssa prihatin dengan dampak upaya mereka.

                Kecenderungan umum dalam teori dampak, salah satunya ada di teori peluru (bullet theory. Teori naif dan sederhana ini memprediksikan dampak pesan-pesan komunikasi massa yang kuat dan kurang lebih universal pada semua anggota audiens yang kebetulan terekspos pada pesan-pesan tersebut. 

                Peran media komunikasi dalam proses komunikasi tentu merupakan salah satu hal yang paling fundamental. Mengapa? Karena bila tidak ada media komunikasi itu tidak akan tersampaikan. Media tidak selalu harus dengan alat. Bisa dengan media bunyi suara, media simbol juga turut bisa menyampaikan pesan. Bila berbicara media komunikasi dengan alat tentu saja media komunikasi itu akan sangat membantu dalam proses penyampaian pesan.

                Inovasi teknologi komunikasi semakin mempermudah manusia dalam berkomunikasi. Misalnya ditemukannya telepon disusul telepon selular sangat membantu dalam berkomunikasi jarak jauh. Dampak dari telepon selular itu tidak hanya sampai disitu saja. Kembali ke dampak yang diatas, telepon selular itu berefek domino juga.

                Telepon selular yang awalnya hanya untuk berkomunikasi dengan satu orang saja, sekarang bisa digunakan untuk berkomunikasi individu dengan komunitasnya atau antar komunitas. Di Indonesia dampak ini sudah bisa kita temui. Khususnya telepon selular yang mempunyai sistem multi-tasking yang didapat dari teknologi terbaru misalnya di Blackberry, iPhone. Kedua vendor ini mempermudah penggunanya untuk bisa berkomunikasi dengan komunitasnya. Lewat BlackBerry Messenger, pengguna bisa masuk ke grup khusus untuk saling berkomunikasi.

                Tidak hanya berhenti disitu, dalam berkomunikasi kadang terjadi difusi budaya yang berbeda. Orang bisa berkomunikasi tentang budayanya lewat telepon selular tersebut. Hal itu memicu adanya dampak pertukaran budaya didalamnya. Kemudian media komunikasi itu masuk ke institusi sosial, misalnya terbentuk grup facebook atau twitter milik sekolah, rumah sakit atau kepolisian. Yang tujuannya untuk membantu masyarakat mengenal institusi sosial disekitarnya.

                Bahkan sekarang kita sudah menemukan iklan-iklan persuasif lembaga politik yang masuk ke telepon selular kita. Bisa lewat sms yang tujuannya agar kita tahu dan perhatian akan lembaga politik tersebut. Dari contoh tersebut tinggal bagaimana kita menyikapi dampak-dampak itu. Bila kita menyikapinya dengan bijak niscaya media komunikasi berteknologi itu akan berdampak positif ke kita dan efek domino itu akan bisa kita kendalikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar